Manage your money
like never before

Rizkanna makes staying on top of your finances a cinch.
Be the master of your money so you can get more out of life.

Sign Up Free Now

Tetap Berinvestasi Meskipun Gaji Kecil

By Rizkanna | News | May 08, 2019

Tetap Berinvestasi Meskipun Gaji Kecil

Ketika kamu sudah mengerti kenapa kamu butuh berinvestasi, mungkin yang terpikir adalah: “Duh, boro-boro mikir investasi. Buat hidup dari gajian ke gajian aja sulit!” Apakah ini keluhan kamu juga?

Pertama, tidak ada yang namanya gaji kecil. Bersyukurlah, tidak semua orang lho punya gaji (baca: pekerjaan). Saat kamu mengeluh gaji kecil, di luar sana masih banyak orang yang bingung besok makan apa karena tidak punya gaji/penghasilan tetap. Ada juga orang-orang yang diberhentikan dari pekerjaan bahkan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Tidak ada gaji kecil, yang ada hanya tidak bisa mengatur keuangan. Cek pengeluaran kamu mulai dari yang primer (kebutuhan tempat tinggal termasuk listrik, air, dan lain sebagainya, makanan, pakaian) cicilan, transportasi ke tempat kerja, pekerja rumah tangga (ART, supir, babysitter), hiburan, binatang peliharaan hingga pengeluaran terkecil yang detail seperti bayar parkir, jajan, dan lain sebagainya. Dari kebanyakan klien yang pernah saya tangani, kebanyakan dari mereka baru menyadari kemana “larinya” uang mereka setelah dicek secara detail.

Jika kamu merasa kesulitan, kamu juga bisa memeriksa pengeluaran kamu dengan membaginya per waktu: harian, mingguan, bulanan. Contoh, pengeluaran harian: transportasi, makan, jajan, belanja rumah tangga. Pengeluaran mingguan: hiburan setiap weekend, makan, nonton, parkir. Pengeluaran bulanan: belanja ke supermarket, cicilan, tagihan air/listrik/internet. Nah ini bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Bagi kamu yang naik kendaraan umum, transportasi adalah pengeluaran harian. Namun bagi kamu yang membawa kendaraan, transportasi berarti mengisi bensin yang hanya dilakukan seminggu sekali (mingguan).

Hitung total pengeluaran kamu dan ketahui berapa yang kamu habiskan dalam setiap pos-posnya secara detail. Dari pos-pos tersebut baru terlihat mana yang bisa kamu kurangi, mana yang tidak. Contoh: biaya hiburan tentu sangat variatif, tidak setiap minggu kamu boros/menghabiskan uang. Adakalanya kamu ingin bersantai saja di rumah. Selain itu, hiburan yang menyenangkan tidak harus menghabiskan banyak uang, aktivitas di luar ruangan/berolahraga juga bisa menyegarkan kembali pikiran kamu. Buat daftar mana saja pos-pos pengeluaran yang kamu rasa boros dan bisa dikurangi, serta seberapa besar akan dikurangi.

Tidak ada yang senang jika diberitahu kamu harus mengurangi pengeluaran. Betul kan? Kunci dari mengurangi pengeluaran adalah mencari alternatif. Cari alternatif transportasi yang lebih murah, tempat makan yang lebih murah (atau masak sendiri), hiburan tanpa keluar uang (bahkan kalau bisa menghasilkan uang!), berbelanja di tempat yang lebih murah, dan lain sebagainya. Hasil dari penghematan ini, bisa kamu alihkan untuk berinvestasi.

Belajarlah membedakan keinginan dan kebutuhan. Keinginan akan selalu berhubungan dengan gengsi, sedangkan kebutuhan harus dipenuhi karena berhubungan dengan kelangsungan hidup. Hati-hati menganggap keinginan sebagai kebutuhan.

Berita bagusnya, untuk berinvestasi kamu tidak perlu banyak uang. Ada yang namanya reksa dana, produk pasar modal yang cocok bagi mereka yang pemula dan belum paham bagaimana berinvestasi langsung di pasar modal dengan saham. Jumlah yang diperlukan untuk berinvestasi reksadana bisa mulai dari Rp 100.000. Tentu kamu bisa menyisihkan Rp 100.000 dengan menghemat dari pos hiburan, misalnya.

Adakah cara lain yang lebih mudah untuk siasati gaji kecil agar bisa berinvestasi?

Ada, tentu saja. Triknya adalah: potong di depan. Ketika kamu menerima gaji, langsung alihkan sejumlah yang ingin kamu investasikan ke rekening reksa dana. Apalagi beberapa bank menyediakan fasililtas auto-invest, fasilitas yang mirip seperti auto-debet namun bedanya auto-invest langsung ke rekening reksa dana, auto-debet ke rekening tabungan. Dengan memotong di depan, kamu akan belajar hidup dengan sisanya, bukannya menunggu sisa baru berinvestasi.

Perlu digarisbawahi, hiduplah sesuai dengan gaji kamu. Apabila gaji kamu Rp 4 juta, jangan bergaya seperti punya gaji Rp 5 juta. Apabila gaji kamu Rp 5 juta, jangan bergaya seperti punya gaji Rp 7 juta. Lebih bagus lagi apabila kamu bisa bergaya hidup di bawah gaji kamu, dengan demikian akan lebih banyak yang bisa kamu simpan untuk ditabung dan diinvestasikan untuk masa depan.

Jangan lupa, sebesar apapun gaji kamu, jika kamu tidak bisa mengaturnya, percayalah akan sulit untuk berinvestasi. Tapi jika mulai dari sekarang kamu sudah belajar mengatur keuangan dengan cermat, pasti kamu bisa berinvestasi.

Semoga bermanfaat!



  RELATED POST